Perkembangan pesawat kota di kota-kota besar Indonesia semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pesawat kota merupakan moda transportasi yang efisien dan ramah lingkungan untuk mengatasi kemacetan di perkotaan. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar telah mulai mengadopsi konsep pesawat kota sebagai solusi transportasi masa depan.
Menurut Bambang Susantono, Wakil Presiden Asian Development Bank (ADB), “Pesawat kota merupakan solusi tepat untuk mengurangi kemacetan di perkotaan dan meningkatkan mobilitas penduduk.” Hal ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk mendorong penggunaan transportasi berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Di Jakarta, misalnya, proyek pesawat kota sedang dikembangkan oleh PT Angkasa Pura II dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyambut baik inisiatif ini dan berharap pesawat kota dapat menjadi solusi transportasi yang efisien bagi warga Jakarta.
Namun, perkembangan pesawat kota di Indonesia juga masih menghadapi beberapa tantangan, seperti regulasi yang belum mendukung, infrastruktur yang masih perlu ditingkatkan, dan kesadaran masyarakat yang masih perlu ditingkatkan. Menurut Deden Rukmana, pakar transportasi dari Universitas Indonesia, “Pemerintah perlu memberikan insentif dan fasilitas yang memadai untuk mendorong penggunaan pesawat kota di Indonesia.”
Meskipun demikian, perkembangan pesawat kota di kota-kota besar Indonesia menunjukkan potensi yang besar untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk perkotaan. Dengan dukungan dari pemerintah, swasta, dan masyarakat, pesawat kota dapat menjadi solusi transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk masa depan Indonesia.